Memiliki sebuah interior rumah yang nyaman, tidak hanya terpaku pada ketersediaan ruang-ruang utama seperti kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, atau dapur.

Sebuah rumah dapat dikatakan nyaman apabila rumah tersebut sudah bisa memenuhi semua kebutuhan keluarga, misalkan ruang tidur yang memadai dan sesuai dengan jumlah anggota keluarga . Selain itu, rumah yang nyaman juga adalah rumah yang memiliki fasilitas lengkap. Yang terpenting adalah rumah cukup untuk menjaga anda dan keluarga dari cuaca, dan menjadi tempat tinggal yang layak. Untuk masalah fasilitas, jika memang budget terbatas dan rumah tidak cukup untuk membuat segala fasilitas mewah, anda bisa melengkapi rumah dengan fasilitas lain yang lebih murah dan hanya memakan sedikit lahan namun sangat berguna untuk anda dan keluarga. Misalnya, sebuah ruang ibadah. Dengan adanya sebuah mushola, akan membuat anda dan keluarga lebih nyaman menjalankan ibadah tanpa terganggu dengan suara atau kegiatan anggota keluarga anda yang lain. Berikut ini tips membuat mushola minimalis di rumah!

Tips Membuat Interior Mushola Di Dalam Rumah

1. Penempatan Mushola Keluarga

Mushola keluarga dapat di tempatkan di dalam maupun di luar rumah. Penempatan mushola ini juga akan berhubungan dengan tata ruang di dalam rumah, itu jika anda menempatkannya di dalam rumah. Mushola keluarga sebaiknya mendapatkan cahaya alami, selain efesiensi energi listrik juga akan mengurangi kelembaban ruangan. Udara sebaiknya dapat keluar masuk dengan lancar agar ruangan tidak pengap, sehingga nyaman untuk digunakan sebagai tempat ibadah keluarga.

2. Ukuran Luas Ruangan Mushola

Semakin luas lahan yang tersedia tentu akan semakin mudah dalam menentukan berapa luas yang dibutuhkan. Untuk menentukan ukuran ruang mushola, paling mudah adalah dengan menggunakan ukuran sajadah orang dewasa, setelah anda tentukan ukuran mana yang nyaman bagi seluruh penghuni di rumah anda. Dengan begitu anda dapat menentukan berapa luas lahan yang dibutuhkan untuk membuat mushola tersebut.

3. Arah Mushola Keluarga

Meski pun sholat harus menghadap ke kiblat bukan berarti anda harus membangun ruangan mushola menghadap ke kiblat. Dan karena ruang mushola anda akan bersinggungan dengan ruangan lainnya di dalam rumah, maka akan sangat sulit bagi anda untuk membuat sebuah ruang mushola menghadap ke kiblat, yang terpenting adalah posisi anda ketika sholat menghadap ke kiblat.

4. Lantai, Dinding, dan Atap Mushola Keluarga

Lantai mushola sebaiknya lebih tinggi daripada lantai yang lain, apalagi dengan lantai tempat wudu serta lantai kamar mandi/WC yang berada disekitarnya. Dinding sebaiknya menggunakan warna yang nyaman untuk mata. D inding dan atapnya usahakan berukuran tinggi agar mushola mempunyai kesan luas dan lapang. Dan yang terpenting usahakan agar lantai, karpet, sajadah, serta alas sholat lainnya selalu dalam keadaan kering agar tidak bau. karena bagaimanapun anda harus dapat menjauhkan hal-hal yang dapat mengganggu kekhusukan sholat. Usahakan tidak memasang jendela yang dapat membuat terlihatnya mushola dari luar rumah.

5. Desain Interior Mushola

Hiasan dinding mushola sebaiknya jangan berlebihan. Anda dapat menempelkan kaligrafi yang simpel atau anda juga dapat memasang foto ka’bah. Ornamen dinding dibuat yang simple saja jika anda menginginkan gaya minimalis.

6. Tempat Wudhu Dan Kamar Mandi

Tidak lengkap jika sebuah ruang sholat tidak mempunyai tempat wudu dan kamar mandi/WC. Sebaiknya tempat untuk bersuci dari hadas kecil ini berada di dekat mushola. Namun jangan sampai cipratan air wudu membasahi tempat sholat, apalagi bila terdapat kamar mandi/WC di samping tempat wudu. Maka ini harus mendapatkan perhatian yang serius agar najis tidak berpindah dari kamar mandi/WC ke dalam ruang sholat.